Apr 23, 2013

Pemkab Gresik Datangkan Kapal dari Hongkong untuk Warga Bawean


WU_YI_HU.jpg1700614847

Pemerintah Kabupaten Gresik melalui BUMD PT Gresik Samudera mendatangkan kapal penumpang untuk melayari rute Gresik-Bawean. Kapal buatan Australia itu sebelumnya digunakan untuk melayari rute bisnis Macau-Hongkong. Kepastian ini tentunya menjadi angin segar bagi warga Bawean yang selama ini kesulitan mendapatkan transportasi kapal yang layak. Kapal yang masih menggunakan nama Wu Yi Hu ini sudah merapat di dermaga.
kapal baru bawean jenis kapal Wu Yi Hu yang dibeli pemkab Gresik
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat berbicara di forum pimpinan BUMN di Gresik menjelaskan, pihaknya sudah menandatangani kontrak pembelian kapal dengan perusahaan di Hongkong. Kapal tersebut diperkirakan masuk ke Gresik awal bulan depan. “Kapal ini memiliki kecepatan yang lumayan bagus. Lebih bagus dari yang ada selama ini di Bawean. Kapasitasnya lebih besar, terbuat dari bahan logam. Sehingga saat ombak besar, kapal masih bisa berlayar,” kata Sambari Halim Radianto.
Dijelaskan, pihaknya sudah meminta manajemen BUMD PT Gresik Samudera untuk segera merealisasikan pelayaran Gresik-Bawean. Dengan kehadiran kapal ini, layanan transportasi rute Gresik-Bawean sejauh 81 mil laut diharapkan tidak terkendala lagi. Disebutkan, kapal buatan Australia memiliki berkapasitas total sebanya 371 penumpang.
Jika tidak ada aral melintang, akhir April, proses pembelian kapal baru dari Hongkong. “Kami menargetkan kapal baru itu sudah bisa beroperasi Mei mendatang. Insya Allah akhir bulan ini pembelian sudah bisa dilakukan. Kami sudah melakukan pertemuan dan sudah fix,” kata Sambari.
Hal senada disampaikan Wabup Moch Qosim. Menurutnya, dalam pembelian kapal ini, Pemkab melalui Gresik Samudera bekerjasama dengan investor, yakni PT Banga Sarana Surya. Dalam kerjasama ini, pembelian kapal ditanggung oleh investor tersebut. Sementara itu, untuk pengelolaannya diserahkan kepada PT Gresik Samudera yang notabene adalah BUMD di bidang kepelabuhanan.
”Sebab, kami tidak mungkin memakai dana APBD. Karena itu, cara ini lah yang paling memungkinkan,” katanya. Wabup optimis kapal ini bisa
menjadi salah satu solusi persoalan transportasi Gresik-Bawean. Sebab, spesifikasi kapal ini dianggap cukup layak. Selain berkapasitas 371 penumpang (285 kelas ekonomi dan 72 VIP), kapal ini juga dilengkapi fasilitas lain. Seperti full AC serta kantin.
Informasi yang diperoleh, kapal ini sendiri sudah dicoba oleh rombongan Pemkab yang terbang ke Hongkong. Mereka juga dikabarkan sudah melakukan ujicoba pelayaran di wilayah Guangdong (Tiongkok). Lantas, bagaimana dengan nasib dua kapal yang kini melayani Gresik-Bawean? Terkait masalah ini, Qosim memastikan bakal melakukan pembahasan ulang. ”Yang jelas, prinsip utama kami adalah bisa menyelesaikan masalah layanan transportasi Gresik Bawean yang sering terhenti karena masalah cuaca,” katanya.(yud/rtn/ris/Koran Radar Gresik/radarsby.com/jpnn.com)

No comments:

Post a Comment